Desa Sade, Desa Super Tradisional Milik Suku Sasak

Desa Sade, Desa Super Tradisional Milik Suku Sasak

Desa Sade, Lombok, Lombok Tengah,, Wisata Budaya di Lombok,

Well Hay!!! Kalian pernah denger yang namanya Desa Panglipuran, Desa Tenganan, Desa Trunyan, dan Desahan Cewe di Bokep Jepang  yang ikeh ikeh kimochi ga? Jadi ketiga desa yang gue sebutin tadi merupakan desa adat di Bali yang masih mempertahankan adat istiadat serta budaya yang diwariskan oleh nenek moyangnya bahkan hingga sekarang. Na kalau desahan cewe di bokep jepang bisa kalian temukan di situs – situs bokep yang masih terjangkau dan kaga di blokir sama pemerintah,Uwehehe. Ok gue engga bakalan lanjut lagi bicarain ketiga desa di Bali tadi termasuk desahan cew jepangnya juga. Seperti yang sudah kita tau, Indonesia itu memang kaya akan budaya serta adat istiadatnya, jadi tidak heran banyak masyarakat di negeri ini yang masih mempertahankan warisan budaya dari leluhurnya, termasuk di Pulau Lombok. Yap Pulau Lombok juga punya desa adat sejenis yang namanya Desa Sade.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak

Lokasi Desa Sade terletak di pinggir jalan, jadi engga susah buat menemukan desa yang satu ini

Desa Sade merupakan desa yang masih memegang teguh adat istidat serta budaya asli Suku Sasak, Suku Asli Lombok yang mendiami hampir sebagian besar seluruh wilayah di Lombok, penduduk disini juga merupakan Suku Sasak Sade yang telah lama bermukim di desa ini. Desa yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah ini merupakan destinasi pertama gue dari 6 hari petualangan di Pulau Seribu Masjid Lombok. Sebenarnya sih gue baru main ke desa ini di hari kedua, karena di hari pertama Gue dan Ayu tepar tak berdaya di hotel setelah perjalanan panjang dari Bali ke Lombok lewat jalur laut, baca itinerary lengkapnya disini ya cuy Berkelana ke Pulau Lombok Bersama ASDP Indonesia Ferry.

Gue berangkat ke Desa Sade jam 8 pagi, perjalanan menuju kesana dari Mataram “Ibu Kota Provinsi NTB” memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Setelah tiba di desa ini kita biasanya langsung disambut oleh warga lokal yang menawarkan jasa guiding. Jadi nanti si guide ini akan menjelaskan kisah sejarah serta seluk beluk di Desa Sade. Jika kalian menggunakan jasa guide tersebut biasanya kalian kaga perlu bayar ongkos masuk lagi, kalian nanti cukup kasi duit seiklasnya ke guide lokal tersebut.

Waktu itu gue memutuskan untuk menggunakan jasa guide dari Pak Salman, Pak Salman ini merupakan warga asli Desa Sade yang baik hati dan kaga pernah denger desahan cewe di bokep jepang yang ikeh – ikeh kimochi deska. Hubunganya apa coba uwehehe.

Masuklah gue ke Desa Sade dengan Pak Salman, kesan pertama gue waktu pertama kali masuk ke desa ini adalah,Desa ini memang bener – bener super tradisional. Itu semua bisa dilihat dari struktur bangunan dan busana yang dipakai oleh warganya.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok, Native Llife

aktivitas masyarakat Desa Sade pagi itu

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Lumbung Padi Desa Sade

Struktur bangunan di Desa Sade sangatlah unik, dinding di setiap rumah di desa ini terbuat dari anyaman bambu, atap rumahnya terbuat dari padang ilalang yang sudah kering, tiang penyangga rumahnya terbuat dari bambu atau terkadang juga menggunakan kayu, sedangkan lantainya terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau serta abu jerami. Bli emang rumahnya kaga bau ya ? Ajaibnya rumah warga disni tidak berbau walaupun terbuat dari campuran kotoran kerbau.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Suasana di dalam rumah tradisional Suku Sasak di Desa Sade

Struktur rumah seperti ini kata pak Salman akan menjadi sejuk ketika ada model film panas yang datang, wah enak ya punya rumah kaya gini uwehehe. Canda ya cuy, jadi ketika cuaca panas, udara di dalam akan tetap dingin, sedangkan kalau malam temperatur di dalam Bale (rumah) ini tetap akan terasa hangat,jadi pas kalau di pake enak enak, uwehehe. Pantesan warga disini keliatanya pada bahagia semua, thanks to arsitek pertama yang punya ide cemerlang untuk membangun rumah semacam ini.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

lantai yang baru saja di oleskan kotoran kerbau yang belum kering, jadi nanti kalau sudah kering biasanya akan digosok menggunakan batu bulat itu

Terdapat kurang lebih 700 warga yang tinggal di Desa Sade, dan kata Pak Salman ke 700 orang ini masih ada hubungan darahnya loh, jadi mereka semua masih ada hubungan saudara kayak sepupuan gitu. Kenapa ? Karena di Desa Sade para penduduknya lebih memilih untuk menikahi orang yang masih ada hubungan kluarga dan darah dengan mereka, ketimbang harus mencari wanita lain dari luar desa. Gue mah juga mau kalo kaya gini, kan jadi simple ya kalau mau cari cewe, uwehehe. Memang super unik dah desa yang satu ini, tapi sebenarnya kalau di dunia medis menikah dengan orang yang masih memiliki hubungan darah itu tidak baik loh untuk kesehatan bayi yang dihasilkan dari pernikahan tersebut.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Struktur bangunan Desa Sade yang masih super tradisional

Selain hal di atas ada satu lagi adat yang bikin kita geleng – geleng kepala cuy, yaitu jika ada pemuda yang ingin menikahi gadis di desa ini, ia harus menculiknya terlebih dahulu dan penculikan itu tidak boleh diketahui oleh orang tua sang gadis,  itu kenapa penculikan gadis ini biasnya dilakukan pada malam hari. Enak bener ya, kalau mau nikah tinggal culik anak orang doang habis itu nikah deh, gue mah juga mau uwehehe. Yuk yang mau nyulik orang terus bisa dinikahin tanpa digebugin silahkan berkunjung ke Desa Sade uwehehehe. Sebenarnya detail dari prosesi adat ini masih banyak cuman waktu itu gue ga begitu dengerin Pak Salman karena lagi asik foto – foto, sorry ya bro salman uwehehe.

Yap warga di Desa Sade sebagian besar berprofesi sebagai petani dan buruh kasar bagi yang pria, sedangkan untuk kaum wanitanya biasanya mereka berprofesi sebagai penenun kain tradisional.Cara  menentukan apakah seorang gadis disini telah dewasa atau tidak juga cukup unik, seorang gadis sudah dianggap dewasa ketika ia sudah mahir menenun kain.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Biasanya penduduk desa ini yang berumur 60 tahun ke atas kaga begitu bisa berbahasa Indonesia, jadi mereka bisanya bahasa sasak plus bahasa korea uwehehehe

Things to Do

Biasanya sambil si guide menjelaskan kalian akan diajak ke rumah – rumah warga yang menjual souvenir, harga souvenir disini lumayan terjangkau loh, jadi ga ada salahnya buat kalian untuk beli satu cuy, sekalian membantu perekonomian warga sekitar. Tumben gue kasi advise yang bener uwehehe, tapi memang souvenir disini super keren, gue aja beli kain traditional yang gue pake iket kepala sama gelang yang super mantaf dah pokonya.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Kain super mantaf asli Desa Sade yang gue pake iket kepala

Selain membeli souvenir kalian juga bisa belajar menenun dengan menggunakan alat tenun tradisional yang di miliki oleh hampir seluruh warga di desa ini. Tapi biasanya habis kalian belajar nenun kalian akan disuruh untuk membeli souvenir yang ada di rumah warga tempat kalian mencoba alat tenun tadi, uwehehe jadi kena jebakan batman dah, tapi ga masalah, sekali lagi inget, lo harus membantu perekonomian rakyat kecil cuy, uwehehe.

Kalian udah pernah nyobain buat kopi pake alat tradisional belum ? Kalau belum kalian juga bisa coba disini, waktu itu gue liat ada nenek lagi numbuk sesuatu, eh ternyata dia lagi numbuk kopi, langsung aja gue samperin dan nyobain, kalau masalah tumbuk menumbuk mah gue jagonya wkwkwk, dan seperti biasanya setelah tumbuk menumbuk gue kena jebakan batman lagi, gue ditawarin kopi desa sade yang udah di tumbuk halus, entah bedanya apa dengan kopi bali dan kopi daerah lainya karena warnanya juga kaga beda, tapi karena kasian ya gue beli 1 dengan harga 25K untuk satu keresek kecil, mahal ya cuy, tapi ga masalah sekali lagi apa ? membantu perekonomian rakyat kecil, uwehehe.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Belajar menumbuk kopi langsung dari masternya, jangan lupa kopi nenek ini di beli juga ya cuy

Buat kalian yang mau nyobain pake pakaian adat suku sasak juga bisa loh disana, biasanya hampir di setiap rumah ada saja warga yang menawarkan kalian untuk mencoba pakaian adat, dengan catatan ya masak kita kaga beli souvenir yang mereka jual wkwkwk.

Setelah mencoba pakaian adat dari Suku Sasak Sade, kalian bisa mengunjungi pohon cinta yang ada di alun – alun desa ini, kenapa dinakaman pohon cinta ? karena biasanya di pohon inilah remaja di Desa Sade saling bercinta, uwehehe, yap kata pak Salman biasanya kalau remaja disini mau ketemuan mereka ketemunya ya di pohon ini cuy, engga kaya remaja di kota – kota besar ketemuanya di semak belukar atau warnet sepi biar bisa enak – enak uwehehe.

Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Dilarang enak – enak di pohon cinta ini

How to Get There

Kalau kalian berangkat dari mataram, kalian bisa lewat jalan bypass Bandara Internasional Lombok menuju ke Kabupaten Lombok Tengah, jalan menuju ke destinasi pariwisata ini kaga sulit kok, yang penting kalian rajin – rajin liat map juga ya cuy. Nih gampangnya kalian bisa liat mapnya langsung :

My Pretty Wise Advice

  • Gue saranin buat kalian yang mau explore Lombok kalian lebih baik menginap di Mataram, Ibu Kota Provinsi NTB, karena disana kalian mau cari apa – apa gampang, mulai dari hotel, mini market, apotik,bioskop, mall, pasar, tempat prostitusi(kalau yang ini gue masih ragu ada atau engga) semuanya ada cuy, disamping itu karena letak Kota Mataram yang strategis kalian jadi gampang kalau mau main ke Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Utara, ya mengingat masing – masing kabupaten punya ciri khas pariwisatanya tersendiri.
  • Berhati – hatilah kalian wahai para pengelana dari dunia anta beranta karena keamanan di Lombok masih sedikit meragukan, sebagai daerah pariwisata yang baru berkembang, Lombok memiliki masalah keamanan yang cukup serius, gue waktu kesana hampir 5 kali di ingetin sama orang – orang Lombok yang ketemu di Kapal Ferry untuk berhati – hati ketika sudah sampai di Lombok, karena disana rawan begal, dan pencurian, katanya sih di Lombok Tengah yang paling rawan. Jadi gue saranin buat kalian yang mau menjelajah Lombok, lo pulangnya kaga usah malem – malem ya cuy, karena biasanya pada saat itulah yang rawan begal. Begal Lombok itu katanya nekat – nekat, dimanapun kalian berada intinya harus tetap berhati – hati, okay? Waspadalah, waspadalah.
  • Kalau kalian main ke Desa Sade, usahakanlah membeli merchandise yang di jual oleh warga lokal disana, tapi inget lo jangan asal beli juga, jangan lupa nawar, karena biasanya harga barang – barang tradisional disini lebih tinggi dibandingkan jika kalian beli di tempat lain, intinya coba di tawar dulu ya cuy syapa tau dapet harga yang lebih murah, dan gue saranin kalian nawarnya juga jangan kemurahan kasian warga disana, karena berjualan souvenir itu merupakan salah satu mata pencaharian utama merekea, jadi engga ada salahnya kita bantu.
Desa Sade, Wisata Budaya, Lombok, Lombok Tengah, Suku Sasak, Desa Suku Sasak, Wanderlust, Bloggers Life, Explore Lombok

Good Bye Desa Sade, kalau ada kesempatan gue bakalan kesini lagi buat beli iket kepala baru uwehehe

Na jadi habis dari Desa Sade, waktu itu gue langsung lanjut lagi main ke daerah wisata Kuta Mandalika, di daerah ini banyak banget pantai – pantai super keren. Mau tau gimana serunya gue seharian berpetualang di Lombok tengah? Tunggu cerita selanjutnya ya cuy, petualangan di desa sade gue tutup dulu, sebelum kalian baca cerita gue selanjutnya mending kalian liat sneak peak itinerary gue waktu main ke Lombok, baca disini cuy Berkelanan Ke Pulau Lombok Bersama ASDP Indonesia Ferry.

Gue Aditya, see ya !!!

FOLLOW ME ON  :

Instagram : @heyho_traveler

Twitter : @Heyho_Traveler

Reach Me Through :

Email : adityanegara87@gmail.com

Text/Phone : 082247986577

Don’t forget to like my goddamn Fans Page on Facebook.

Heyho Traveler
Heyho Traveler
I was born in Jakarta on July 6th 1994 but fully raised in Bali. I am 100% Balinese also work and Live in Bali. I won't die until I've managed travelling around the world. Your freedom is in your hand, don't just waste your time in your goddamn comfortable bed, your life is yours,so own it, enjoy it and be free !!!